Kejang saat anak panas, apa yang harus dilakukan?

“Dok, anak ulun panas, tadi sebelum ulun bawa kesini, inya step, kujul-kujul 3 menitan dok, habis itu inya teguring”.

Kalimat diatas adalah kalimat yang paling sering yang kami temui, para dokter jaga unit gawat darurat. Kondisi ini disebut dengan kejang.Kejang merupakan kegawatdaruratan neurologis yang banyak sekali terjadi pada anak, terutama kejang demam.

Kejang yang terjadi pada saat anak panas disebut dengan kejang demam, dimana merupakan bangkitan/terjadinya kejang  pada anak umur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami panas yang disebabkan oleh proses diluar kepala. Kejang terbagi menjadi 2 jenis, kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Dimana klasifikasi kejang ini akan menentukan terapi dan prognosis dari pasien anak yang datang ke unit gawat darurat.

Prognosis kejang demam pada umumnya baik, tidak ada laporan kecacatan setelah kejang. Begitupun perkembangan mental dan neurologis anak akan normal.  Kejadian kelainan neurologis dapat terjadi pada anak dengan kejang berulang atau kejang lama. Kejang demam akan berulang pada sebagian kasus, terutama akan berulang pada kondisi ada riwayat kejang di keluarga, usia < 12 bulan, suhu tubuh > 39 derajat Celcius. Dan jika terjadinya kejang sebanyak lebih dari sama dengan 4x dalam setahun maka akan meningkatkan risiko terjadinya epilepsi (ayan) di kemudian hari.

Sebagai orang tua, kejang adalah kondisi yang menakutkan dan mengkhawatirkan, kadangkala sebagian orang tua akan beranggapan bahwa anaknya akan meninggal saat kejang. Anggapan yang menyebabkan kecemasan yang cukup mengganggu ini dapat dikurangi dengan edukasi yang informatif kepada orang tua. Para dokter di unit gawat darurat harus mampu memberikan edukasi mengenai hal ini, diantaranya menjelaskan mengenai apa yang akan terjadi pada anak yang mengalami kejang, memberikan penjelasan mengenai bagaimana menangani kejang, serta bagaimana pemberian obat yang diberikan saat kejang dan bebas kejang, pun obat- obat yang mampu mencegah berulangnya kejang, sambil tidak melupakan efek samping obat tersebut.

Apa yang harus dilakukan oleh orang tua saat anaknya kejang??

Pada saat anak kejang demam dirumah, bapak/ibu harus:

  1. tetap tenang dan jangan panik
  2. longgarkan pakaian anak anda
  3. posisikan miring untuk mencegah muntah dan jangan berikan minum atau cairan apasaja saat anak kejang
  4. tetap bersama anak anda selama dan sesudah kejang
  5. dapat dilakukan pemberian obat diazepam perektal dan langsung bawa putra/i anda ke dokter atau rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
  6. Ibu boleh memberikan kompres pada anak untuk membantu menurunkan demamnya agar risiko kejang bisa diminimalisasi.
  7. Jangan membalurkan ramuan-ramuan yang dianggap dapat mengurangi demam anak anda, misalnya: alkohol, terasi, dedaunan, dll.

Semoga artikel ini bermanfaat gasan ibu-ibu, abah-abah, acil -acil sekalian.

dr. Rahmah Wartania Putri (Dokter UGD RS Ceria Kandangan)